Pelajaran di Kaki Lima

Seorang mahasiswa berjalan agak tergesa-gesa. Langit yang berawan semakin gelap. Hujan sebentar lagi akan segera turun. Dia berharap secepatnya sampai di kost. namun hujan turun dengan deras, hanya beberapa ratus meter dari kontrakannya. Hatinya sedikit kesal. Untungnya ada tenda penjual HIK yang bisa jadi tempat berteduh. Alhamdulillah penjual hik dengan ramah mempersilahkan ia masuk ke tenda. Continue reading

Advertisements

Ketemu Artis di Basecamp HyEm

Kebayang ga’ jika kita bertemu dengan artis ataupun bintang film terkenal gt, gmn perasaannya? Deg-degan, bangga, gembira, senang, terharu, mau pinsan, malu bahkan malu-maluin, kagum dengan posisi muka “ndomblong” ???semua becampur jadi satu. Itu mungkin perasaan anda-anda sekalian jika bertemu dengan superstar kaya dan terkenal dan juga bangsawan yang punya banyak kapal….*cpd, kalo saya tetep beda dong, androes gt loh… 😀

Bangga dan kagum, merupakan salah satu perasaan yang mewakili saya ketika menyatroni basecamp HYPERmedia Magazine (nama kerennya hyem). Ya, disana (baca *Gg. Kamboja 96, Pondok, Karangbendo, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta) rumah sederhana yang cukup adem untuk wilayah sepanas Jogja, yang dalemnya dipenuhi dengan piala dan penghargaan berbagai macam kejuaraan overclock baik tingkat nasional maupun internasional.

Continue reading

Istana Kepresidenan di Tenda Biru

Tenda biru, sebuah nama warung makan serderhana di daerah gulon [blakang kampus UNS]. Sebuah warung makan yang hanya buka sekitar 3 jam, dari jam 17.00-20.00 WIB. Begitu singkat memang. Walaupun demikian, ada yang istimewa di warung itu. Ya, disitulah tempat mangkal anak-anak kampus buat makan sore/berbuka puasa. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang aktif di organisasi kampus. Ada yang di BEM, DEMA, KAMMI, dan juga HMJ.

Rasa kebersamaan, keakraban hubungan yang harmonis antar sesama mahasiswa bisa ditemukan disitu. Disela-sela menyantap makanan, sesekali mereka membicarakan aktifitas di oraganisasi masing-masing. Diskusi kecil pun berlangsung di Istana Kepresidenan itu. Continue reading

Pernah Baca dan Akhirnya Menulis

Katanya nulis blog ruwet, apa iya…?Hemmm, dah tak buktiin sendiri ternyata emang iya. Hrus suka nulis juga, kacian klu blognya g pernah di update..cuma ada tulisan hello word..ckikiki…(nyindir diri sendiri).

Pernah Baca di web temen, katanya siy nulis itu kebiasaan, jadi klu pengen pinter nulis ya harus di biasakan, gt kanya.. Tapi bener juga siy, kita emang harus membiasakan menulis. Orang-orang besar zaman dahulu, atau mungkin para pahlawan, penemu, sastrawan, dan yang lain, itu bisa kita kenal karena ada yang menulis kisah-kisah mereka. Bahkan mereka sendiri yang menulisnya. Mereka awali dengan bercerita tentang kehidupan probadi, dan akhirnya dilanjutkan dengan menulis setiap temuan-temuannya.

Mengutip tulisan dari seseorang yang pernah menyampaikan kepadaku betapa pentingnya menulis

…………………

“Blogs, Ternyata menulis itu menyenangkan. Apalagi bisa menulis sesuatu yang bisa memberikan manfaat terhadap diri sendiri dan orang lain. Telah datang perintah membaca kepada umat Islam, perintah yang tidak diturunkan untuk umat-umat sebelumnya..sedangkan menulis adalah salah satu turunan dari kewajiban membaca… “Sampaikanlah walau hanya satu ayat.”, begitulah perintah nabi, dan menulis bisa menjadi sebuah sarana yang baik untuk mengaplikasikan perintah untuk menyampaikan… —Tulabi—”

………………..

Hemmm……sudah siapkah kita menulis hari ini.