Riyadhah 100 Hari

wpid-fotografer-tanpa-kaki_2014-09-05-12-07-15_640x321-kevin.jpg.jpeg

Ada yang sedang butuh banget pertolongan Allah? Coba hajar dengan 1000 shalawat atau lebih. Shollawloohu ‘alaa Muhammad, cukup. Coba 100 hari.

Benerin shalatnya, di masjid jangan di rumah. Berjamaah. Lengkap dengan qobliyah ba’diyah. Tambah shalat Dhuha dan Tahajjud. Coba juga 100 hari.

Baca Qur’an sambil dibaca terjemahannya. Siapin kertas, siapin pulpen untuk nulis-nulis yang ditemukan. Lakukan selama 100 hari.

Sambil melaksanakan amalan tersebut, setiap Ahad pagi datang di Ponpes Daqu Ketapang untuk doa bersama. Kalau tidak bisa hadir, cukup doa dari rumah masing-masing.

Jangan lupa 7 kali baca 2 ayat terakhir QS At Taubah. 100 kali istighfar. 100 kali subhaanawllohi wabihamdih. 100 kali laa hawla…rajinin.

Biasanya kalau dosanya ga kebanyakan, belum 100 hari udah ada tanda-tanda pertolongan Allah, yang yakin ngelakuinnya.

Sebelum mulai, hajar dulu dengan sedekah yang segede-gedenya, sebagus-bagusnya. Bom di depan dengam sedekah terbaik, mengiri ikhtiar langit.

Kemudian doa disetiap habis shalat fardhu dan sunnah. Doa diantara adzan dan iqomah. Doa sehabis Dhuha dan Tahajjud. Dan rajin-rajinlah minta doa ke orang lain.

Bikin tulisan yang gede, di pikirin, di hati, di kertas yang ditempel di dinding kamar, ruang tamu, di buku harian, bahwa sedang dalam menempuh perjalanan.

SPEED and POWERnya dilipatgandaain. Kudu tau diri, bahwa sedang bermasalah, sudah butuh hajat, punya banyak dosa, kudu nebus.

Perjalanan apa? Perjalanan 100 hari menjemput pertolongan Allah. Ini 2,5 kali lipat dari perjalanan 40 hari mendekat kepada Allah, sebab 100 ini hari.

Kudu pahit jadi orang, kudu marah sama masalah, sama kesulitan, sama kemiskinan, sama kehinaan. Jangan leha-leha. Ntar makan iman kita.

Iya sebab keputusan nanti memakan iman dan keyakinan kita, hajar dulu dengan melipatgandakan dan menaikkan Speed and Power.

Yang semangat ngelakuinnya. Kita jalan ke Allah, Allah lari ke kita. Kita lari ke Allah, Allah lompat ke kita.

Sementara jalan sedang ditempuh, dosa lama jangan dikerjakan lagi. Jangan meminta dan berharap sama manusia. Ke Allah aja semua harapan.

Selamat menempuh perjalanan yang mengasyikkan ini ya. Terimain aja apa yang terjadi jika amang harus ada yang terjadi. Biar aja.

Pasrah dah, terserah Allah saja. Jika terjadi apa-apa dalam perjalanan, tetep terusin aja perjalanan itu.

Ketika sudah 100 hari selesai, sementara belum ada datang pertolongan dari Allah dan belum ada tanda-tandanya, lihat-lihat lagi perjalanannya. Biasanya karena bolong-bolong.

Seandainya sudah gila-gilaan, sudah on the track, sudah disiplin dan belum ada hasil juga, ya terusin 100 hari kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Buat kita mah udah dikasih umur tambahan untuk tobat, untuk minta, untuk ibadah, ini dah jauh lebih berharga daripada semua permintaan kita.

Dan pertolongan Allah itu dekat sekali buat yang menginginkan. Tapi ga disebut berkeinginan jika ga ada bukti. Buktikan bahwa kita perlu.

Sumber : tweet @yusuf_mansur 13 September 2014

One thought on “Riyadhah 100 Hari

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s