Lukisan-lukisan Mimpiku

Alhamdulillah, dimalam 17 Ramadhan ini, tiba-tiba ingin sekali menulis. Lalu tentang apa? Apa saja yang ada di otak, yang membujal terpenuh dan ingin dikeluarkan. Apa yang bikin “greget menulis? Ada, banyak penulis yang memotivasi, dan akhirnya termotivasi juga. Meski tak seindah tulisan mereka, saya hanya ingin bermesra dengan kata, malam ini.

Saya ingin bermimpi, punya mimpi. Sudah ditulis? Sudah, alhamdulillah. Ya, mungkin sama dengan sahabat yang pernah melihat video motivasi mimpi dengan menuliskan mimpi-mimpi itu dalam selembar kertas, atau dari sebuah film ex: “Laskar Pelangi”, atau dari seminar-seminar motivasi, atau mungkin dari guru ngaji. Saya pun mulai menuliskannya dipertengahan masa kuliah dulu. Kalo lihat mimpi-mimpi yang tertulis itu, saya kadang tertawa, haha…lucu-lucu sekali. Minta ini, itu, lebih mirip request kado dari Allah.

Saya ingat punya mimpi untuk pergi ke Jepang, kalo diketerangnnya sih untuk melanjutkan study. Sampai-sampai waktu lulus kuliah tahun lalu, mungkin juga karena kehabisan ide, mau ikut beasiswa juga g’ PeDe, dan akhirnya memutuskan untuk jadi TKW, eh TKI. Hahaha…hanya demi pergi ke Jepang! Waktu punya ide itu, dengan sangat lugu membayangkan, kalo jadi TKI kerja di sebuah Pabrik Jepang, terus kan bisa jalan-jalan, dan berfikir bisa lanjutin study gitu. Punya uang, dll

Tapi apa jadi ke Jepang? hahaha, enggak jadi..!! waktu itu.

Tapi harapan itu masih ada, ya mimpi itu masih ada, dengan berharap kepergian kesana dengan “suatu alasan atau penyebab yang baik. Jangan sampai pergi ke luar negeri karena ex: berobat, atau mungkin juga karena tersangkut khasus korupsi sehingga harus lari ke luar negeri dan pake topi jerami #eh. Jangan deh..hehe

Itulah alasan mengapa kita juga perlu hati-hati saat berdoa, tidak melulu langsung meminta hasil ini itu. Kalau dalam sebuah kisah, ada seorang miskin yang berdoa kepada Allah, “Ya Allah, limpahkanlah rizqi berupa makanan, sehingga aku bisa beribadah kepadaMu tanpa harus bersusah payah mencari makan setiap hari”.

Allah pun mengabulkan doa seorang miskin tadi. Pemerintah memenjarakannya karena sebuah tuduhan. Apa yang terjadi? Sebagai penghuni sel tahanan, sudah semestinya ia menerima jatah makanan tiap hari, tanpa harus bekerja mencari makan.

Kembali lagi, terus ada g’ mimpi di tulisan itu yang tercapai?

Ada, alhamdulillah. Salah satunya adalah perangkat yang saya gunakan untuk menulis malam ini. Ya, seperangkat komputer, lengkap dengan koneksi internet. Mirip sekali dengan apa yang saya bayangkan waktu menulis mimpi itu (tahun 2009).

Sahabat, ternyata Allah memang sayang kita. Ketika kita punya seribu permintaan, maka Allah punya sejuta pengetahuan tentang apa yang kita butuhkan. Jangan pernah lelah untuk bermimpi, Jangan pernah tercegah untuk berdoa.

Semoga mimpi-mimpi yang telah kita rajut dengan doa terindah, satu per satu kan terijabah. Bersabarlah…

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s