Bercermin

Hampir pasti, setiap rumah memiliki cermin. hampir pasti pula, setiap hari kita juga bercermin. Tidak puas dengan cermin di rumah, sebagian besar wanita membawa cermin kemana-mana. Tidak cukup sekali, sehari bisa lebih dari lima kali. Tujuannya satu, menjaga penampilan. Melalui cermin kita tahu realitas wajah kita saat bercermin. Cermin akan memantulkan wajah kita dengan obyektif, apa adanya. Jika pun ada setitik noda, pasti tidak akan dimanipulasi. Wajah yang hitam tidak akan dimanipulasi menjadi lebih putih. Wajah yang banyak jerawat, tidak akan berubah menjadi mulus tanpa noda. Cermin bukan tipe ABS (Asal Boss Senang).Kepada cermin kita percaya 100%, tidak ada keraguan sedikitpun. Kita yakin 100% kalau cermin bisa menjaga rahasia. Bagaimana pun kaadaan kita, cermin dengan konsisten menutup informasi kepada siapapun. Cermin langsung menyimpan memori dan tidak akan membuka kepada siapapun dengan imbalan apapun, meskipun orang yang bercermin baru 5 detik berlalu.

Cermin tidak pernah membeda-bedakan orang. Siapapun yang bercermin akan dilayani. Rendahnya jabatan seseorang tidak akan mengurangi ketajaman cermin memantulkan wajah. Miskinnya seseorang tidak akan mengurangi kecepatan cermin dalam menunjukkan cerminan wajah. Seorang pengemis atau gelandangan yang seminggu belum mandi tetap dilayani dengan maksimal.

Saat memantulkan wajah orang yang sedang bercermin, cermin selalu datar dan tenang. Cermin tidak akan terpengaruh keadaan dan suasana hati orang yang sedang bercermin. Cermin tetap datar dan tenang meskinpun orang yang bercermin sedang marah. Cermin tetap tenang meskipun yang bercermin sedang dalam ketakutan yang luar biasa maupun kesedihan yang mendalam.

Cermin selalu siap kapanpun kita datang. Cermin tidak akan menolak gara-gara bercermin terlalu pagi. Cermin tetap standby disaat orang sedang sibuk mudik. Cermin tetap siap meskipun semua orang sedang terlelap di tengah malam.

Rasulullah dalam sebuah kesempatan bersabda “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya, jika tampak didalamnya cela maka harus segera diperbaiki”. (Bukhari, kitab al-adab).

Jika kita seorang mukmin, kita adalah cermin, tempat saudara kita bercermin. Kita adalah tempat saudara-saudara yang lain mengetahui noda diri secara obyektif. Disaat yang sama, saudara mukmin yang lain adalah cermin bagi kita. Saudara mukmin yang lain adalah cermin untuk melihat, adakah noda-noda dalam diri kita. Sudahkan penampilan kita sempurna, ataukah ada sisi-sisi penampilan kita yang harus diperbaiki? Suami, istri, anak, teman kantor, tetangga, dan siapapun orang-orang disekitar kita, mereka adalah cermin bagi kita.

Ibnu Qudhomah Al Maqdisi berkata, “Siapa yang ingin mengetahui aib dirinya, maka ada empat jalan yang bisa ia tempuh. Pertama, mendatangi ulama yang bisa mengetahui aib jiwa, lalu ia akan mengobatinya dengan ilmunya. Kedua, mencari teman akrab yang jujur dan baik agamanya, karena ia akan mengingatkannya dari akhlak yang buruk. Ketiga, mengambil manfaat tentang aib dirinya dari penuturan musuhnya. Sebab mata yang penuh kebencian akan memancarkan keburukan. Dan keempat, bergaul dengan banyak orang. Sebab, jika ia melihat keburukan dari mereka, maka ia segera manjauhinya.”

Kembali kepada tujuan setiap kita bercermin, yaitu untuk tetap menjaga penmapilan yang terbaik. Setelah kita bercermin, tentu tidak cukup hanya sekedar tahu ada noda atau tidak. Tentu kita tidak mau tampil di depan publik, tetap dengan wajah awut-awutan dan banyak kotoran. Demikian pula perjalanan hidup ini, kita tentu tidak mau menjalani hidup penuh dengan noda dan dosa.

Semakin sering seseorang bercermin, semakin kicel kemungkinan ada noda dalam penampilan kita. Semakin jarang seseorang bercermin, semakin besar kemungkinan berpenampilan buruk. Jika setiap hari kita biasa bercermin lebih dari lima kali, untuk mnejaga penampilan dhohir, sudahkah setahun ini kita dengan sadar meluangkan waktu bercermin untuk mengetahui aib diri?

4 thoughts on “Bercermin

  1. Terima kasih, atas tulisan ini saya jadi tahu satu kwajiban tuk sesama muslim untuk saling mengingatkan, dan cermin selalu jujur. Tapi kadang cermin satu dengan yang lain berbeda, bila cermin berada di tempat dengan cahaya lebih banyak, yang tampak akan lebih jelas.

  2. inez :

    Terima kasih, atas tulisan ini saya jadi tahu satu kwajiban tuk sesama muslim untuk saling mengingatkan, dan cermin selalu jujur. Tapi kadang cermin satu dengan yang lain berbeda, bila cermin berada di tempat dengan cahaya lebih banyak, yang tampak akan lebih jelas.

    Iya, memang benar adanya seiap cermin yang satu dengan yang lainnya berbeda. Allangkah bahagianya jika kita memiliki cermin yang berkualitas🙂

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s