Beranda > Misc, MyBlog > Jodoh yang Selalu Dinanti

Jodoh yang Selalu Dinanti

Alhamdulillah setelah sekian lama g’ nyentuh blog ini, akhirnya kali ini diberi kesempatan juga buat menuliskan sesuatu yang semoga bermanfaat. Tulisan ini mungkin boleh dikatakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yaitu “siapa bilang cari istri itu gampang“. Berbicara tentang jodoh memang mempunyai keunikan tersendiri. Apalagi bagi yang belum berjodoh* atau mungkin yang sedang menanti perjumpaan dengannya :)

Hidup ini adalah sebagian kecil dari serangkaian perjalanan ruh kita. Mulai dari alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur hingga yang terakhir dan tak berujung, alam akhirat. Sebelum kita memasuki alam dunia ini, kita sudah dimintai berjanji bahwa Allah adalah Rabb kita dan kita sudah membenarkannya seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al A’raf : 172. Juga telah ditentukan takdir kita tentang empat hal, yaitu mati, hidup, rizki dan jodoh kita. (hadila edisi 19, Januari 2009).

Hampir sebagian manusia tentu selalu menantikan dan merindukan jodohnya. Hingga beragam cara ditempuh untuk mendapatkannya baik dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah maupun cara yang salah.(semoga ini selalu menjadi pengingat bagi penulis dan kita semua).

Pada suatu saat ada seorang sahabat saya yang bercerita tentang jodoh yang tak kunjung datang, hingga usia yang telah melewati angka 30. Sekali lagi, ingat kapan, dimana, siapa jodoh kita sudah ditentukan Allah. Jangan gelisah, yang penting terus ikhtiar (yang benar sesuai Al Qur’an dan Sunnah), berdoa, tawakal dan qonaah (siap menerima dengan ikhlas apapun ketentuan Allah). Yang dibutuhkan adalah kesabaran. Ibarat menanti teman yang sudah janjian untuk pergi dengan kita, maka ya tinggal ditunggu saja. Tapi jangan buang waktu untuk bengong :D . Isi dengan hal-hal kebaikan untuk mempersiapkan diri bila jodoh telah datang sekaligus menambah bekal ke akhirat. Karena boleh jadi jodoh kita akan datang besok di akhirat dan itu hanya bisa bertemu kalau kita masuk surga.

Maka yang dibutuhkan adalah kefahaman kita bahwa jodoh ada itu ada jodoh di dunia saja, ada jodoh di akhirat saja dan ada jodoh di dunia sampai akhirat. Kita berdoa agar jodoh kita adalah jodoh dunia akhirat. Namun, semuanya tetap kembali terserah Allah. Itu tentunya butuh sebuah keikhlasan kita untuk menerima apapun ketentuan Allah, setelah kita berusaha dan berdoa.

Saya jadi teringat kata-kata Fahri kepada Aisha dalam film ayat-ayat cinta, “Aisha, aku minta maaf. Aku salah, karena selama ini aku belum ikhlas menerima ini semua. Aku tidak ikhlas menerima keadaanmu yang lebih kaya dariku”. Dalam penggalan percakapan film di atas, menggambarkan seorang suami yang merasa minder ketika mendapati istrinya seorang kaya, menawan, dan lebih berpendidikan. Ya, kepada orang yang sudah menemukan jodohnya pun, terkadang masih belum ikhlas menerima keadaan pasangannya. Betapapun banyak yang tidak kita sukai dari pasangan kita kelak, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka pada Allah, barangkali dibalik itu semua Allah memberikan kebaikan yang sangat besar. Allahu a’lam bishshowab.

Terimakasih kepada sahabat, teman seperjuangan, dan orang-orang disekelilingku yang selalu mengingatkan akan pentingnya kesabaran dan keikhlasan menanti pasangan hidup. “Semoga kita temukan ia, bercahayakan Iman” :)

Categories: Misc, MyBlog Tag:,
  1. putri
    9 Januari 2009 pukul 11:09 pm | #1

    amiin..

  2. 9 Januari 2009 pukul 11:31 pm | #2

    amin…. Ya Allah…

  3. putri
    10 Januari 2009 pukul 2:43 am | #3

    smo9a qt tr9oLon9 or9 y9 mndptkn
    jodoh y9 DUNIA – AKHIRAT..
    hehehe..
    amiin..

  4. 28 Januari 2009 pukul 7:22 am | #4

    wagh mantep ndre
    welcome to bengawan yak
    di tunggu gundal-gundulmu di milis
    ato di kopdar. bsk jumat ada di hik manahan
    sila cek di milis ato di facebook :)

  5. 10 Februari 2009 pukul 8:33 pm | #5

    @Ka!Tok
    sip dah mas…
    visit here http://bengawan.org

  6. indra96
    13 Februari 2009 pukul 6:11 pm | #6

    kayaknya ini tulisan ga meyakinkan…

    soalnya denger2 yg nulis blog ini masih jomblo(alias belum punya pacar).

    mana ada jodoh datang tanpa usaha????

    Mari kta berpikir rasional aja deh ga usah bawa-bawa akhirat segala…

    Mari kita bercinta sekuat tenaga… haha..

  7. 14 Februari 2009 pukul 4:01 pm | #7

    @indra96
    Tulisan yang saya buat itu berdasarkan sumber yang pasti & berdasarkan AL-QUR’AN…
    Bukan sembarangan nulis…
    Ya emang saya masih jomblo karena belum menikah…
    Dan bukan berarti kita tanpa usaha untuk mendapatkan jodoh itu (dan saya sudah menuliskanny di atas)…
    Maaf ya, di dalam agamaku (Islam) dalam menentukan jodoh kita harus memikirkan dari segi agamanya (Islam), yang nantinya akan di pertanggung jawabkan di akhirat…

    ALLAHU AKBAR

  8. indra96
    16 Februari 2009 pukul 1:01 am | #8

    hahahaha wah serius amat neh ngobrolnya….
    gw cuman ber canda bang hehehe ….

    keep trust on God coz God will give us the best way to get better life….

  9. ergie
    1 September 2009 pukul 2:40 pm | #9

    bos OSMARUNE GW OPO WAE MAHASISWA BARU D3 JO LALI Gdz 9

  10. nurul ilmi
    13 November 2009 pukul 11:43 am | #10

    klw ngomongi tt9 jodoh gw jd sedih nech..coz rncna 9w nkh da lbrn haji ini tp trnyta dia pergi tuk slama2ny,.gw shock org yg bgt Qt Cint@i prgi.gw sndrian choy didunia ini..skrg gk ada siapa-siapa..gw kyk myt hdp brjln.rg hdp tp jw mati.but aq yakin Allah melakukan yg terbaik to Qmi brdua.n skrg q lbh dkt ma Rabba Q.tp q msh menghrpkn Akhrt to brtemu dgnya..mungkin gk sech

  11. 19 November 2009 pukul 12:38 pm | #11

    @ Nurul Ilmi
    yap, saya senang ketika sahabat nurul menyadari akan hal itu. Dan salah satu hikmahnya adalah ketika sahabat semakin mendekatkan diri dengan Alloh…

    ikhlaskan hati wahai sahabat
    Wallahu a’lam bisshowab…

  12. mega sulis
    24 November 2009 pukul 7:13 am | #12

    wah, q suka kata2 lu droes…..
    lanjutin yak,,,,

  1. Belum ada trackback.