Istana Kepresidenan di Tenda Biru
Tenda biru, sebuah nama warung makan serderhana di daerah gulon [blakang kampus UNS]. Sebuah warung makan yang hanya buka sekitar 3 jam, dari jam 17.00-20.00 WIB. Begitu singkat memang. Walaupun demikian, ada yang istimewa di warung itu. Ya, disitulah tempat mangkal anak-anak kampus buat makan sore/berbuka puasa. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang aktif di organisasi kampus. Ada yang di BEM, DEMA, KAMMI, dan juga HMJ.
Rasa kebersamaan, keakraban hubungan yang harmonis antar sesama mahasiswa bisa ditemukan disitu. Disela-sela menyantap makanan, sesekali mereka membicarakan aktifitas di oraganisasi masing-masing. Diskusi kecil pun berlangsung di Istana Kepresidenan itu.
Merekalah, para pemuda yang ingin selalu bergerak, memberikan pengabdian kepada bangsa melalui semangatnya yang kokoh. Merekalah para pemuda yang sejatinya bisa menjawab tantangan dan kebutuhan zamannya, yaitu menuntaskan agenda reformasi yang terus tertunda. Seperti kata Max Weber, pemuda tak boleh menjadi ekor sejarah, yang gagal menunaikan peran historisnya.***
Bangkitlah wahai para pemuda…
Janganlah kalian terpaku pada diri sendiri, meninggalkan bangsa, padahal mereka adalah nenek moyang, saudara-saudara, dan sanak kerabatmu. Turunlah ke masyarakat bangsamu! Bergumullah bersama mereka, hidup dan berserikatlah bersama mereka, bimbinglah orang-orang yang terbebani dalam hidupnya, usaplah air mata anak-anak yatim, tersenyumlah untuk menghibur wajah-wajah yang tertimpa kesusahan, ringankanlah beban yang dipikul oleh orang-orang yang kepayahan, tolonglah orang yang teraniaya, dan obatilah hati yang bersedih dengan perbuatan, kata-kata yang baik, dan senyuman yang tulus.



Komentar Sahabat